Showing posts with label Sistem Pemindah Tenaga Sepeda Motor. Show all posts
Showing posts with label Sistem Pemindah Tenaga Sepeda Motor. Show all posts
Jadwal Perawatan Berkala dan Sumber-sumber Kerusakan Sistem Pemindah Tenaga

Jadwal Perawatan Berkala dan Sumber-sumber Kerusakan Sistem Pemindah Tenaga

1. Jadwal Perawatan Berkala Sistem Pemindah Tenaga

Jadwal perawatan berkala sistem pemindah tenaga sepeda motor yang dibahas berikut ini adalah berdasarkan kondisi umum, artinya sepeda motor dioperasikan dalam keadaan biasa (normal). Pemeriksaan dan perawatan berkala sebaiknya rentang operasinya diperpendek sampai 50% jika sepeda motor dioperasikan pada kondisi jalan yang berdebu dan pemakaian berat (diforsir).

Tabel di bawah ini menunjukkan jadwal perawatan berkala sistem pemindah tenaga yang sebaiknya dilaksanakan demi kelancaran dan pemakaian yang hemat atas sepeda motor yang bersangkutan. Pelaksanaan servis dapat dilaksanakan dengan melihat jarak tempuh atau waktu, tinggal dipilih mana yang lebih dahulu dicapai.
Jadwal Perawatan Berkala (Teratur)

2. Sumber-Sumber kerusakan Sistem Pemindah Tenaga

Tabel di bawah ini menguraikan permasalahan atau kerusakan sistem Pemindah Tenaga yang umum terjadi pada sepeda motor, untuk diketahui kemungkinan penyebabnya dan menentukan jalan keluarnya atau penanganannya (solusinya).
Sumber-Sumber kerusakan Sistem Pemindah Tenaga

3. Pemeriksaan Kopling Otomatis

a. Sepeda motor ini dilengkapi dengan kopling otomatis yang fungsinya diatur oleh putaran mesin dan mekanis sentrifugal yang terletak di kopling. Untuk menjamin kemampuan daya tekan kopling secara keseluruhan, maka sengatlah perlu kopling dapat bekerja dengan lancar dan halus
b. Pemeriksaan hubungan pertama
1) Panaskan mesin hingga mencapai panas yang normal
2) Hubungkan digital engine tachometer.
3) Duduklah di atas sepeda motor, naikan putaran mesin secara perlahan dan lihatlah digital engine tachometer pada putaran berapa sepeda motor mulai bergerak maju.
c. Pemeriksaan saat kopling berfungsi untuk menentukan kopling dapat bekerja penuh dan tidak terjadi selip.
1) Injak peda rem belakang sekuat mungkin
2) Buka gas dengan singkat sampai habis dan perhatikan putaran
d. Jangan membuka gas sampai habis lebih dari 3 detik, karena dapat menyebabkan kopling atau mesin cepat rusak
3 Jenis Final Drive (Penggerak Akhir) Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

3 Jenis Final Drive (Penggerak Akhir) Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

Final drive adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga yang memindahkan tenaga mesin ke roda belakang. Final drive juga berfungsi sebagai gigi pereduksi untuk mengurangi putaran dan menaikkan momen (tenaga ). Biasanya perbandingan gigi reduksinya berkisar antara 2,5 sampai 3 berbanding 1 (2,5 atau 3 putaran dari transmisi akan menjadi 1 putaran pada roda).
3 Jenis Final Drive (Penggerak Akhir) Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Final drive jenis rantai dan sproket

Final drive pada sepeda motor sebagai bagian terpisah dari transmisi/persnelling, terkecuali scooter dengan transmisi CVT. Final drive dapat dilakukan dengan menggunakan rantai dan gigi sproket, sabuk dan puli, atau sistem poros penggerak. Jenis rantai dan sproket adalah jenis yang paling umum digunakan pada sepeda motor.
3 Jenis Final Drive (Penggerak Akhir) Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Final drive jenis shaft drive

Final drive jenis poros penggerak (drive shaft) biasanya digunakan untuk sepeda motor model touring. Jenis ini cukup kuat, lebih terjaga kebersihannya dan perawatan rutinnya hanya saat penggantian oli. Namun demikian final drive jenis ini cukup berat dan biaya pembuatannya mahal. (lihat pada). Sedangkan final drive jenis sabuk dan puli hanya dipakai pada beberapa sepeda motor saja, khususnya generasi awal sepeda motor, dimana power atau tenaga yang dihasilkan masih banyak yang rendah, sehingga penggunaan jenis sabuk dan puli masih efektif.
3 Jenis Final Drive (Penggerak Akhir) Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Final drive jenis sabuk dan puli (belt and pulley)
Prinsip Dasar Transmisi Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

Prinsip Dasar Transmisi Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen (tenaga putaran) mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi; a) transmisi manual, dan b) transmisi otomatis.

Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/input shaft) dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar (output shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya.

Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling (gearchange lever).

a. Transmisi Manual

Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:
Prinsip Dasar Transmisi Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Contoh konstruksi kopling manual
Pada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan (nomor 5), poros pemindah (21) gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum (6) akan mengait dan mendorong shift drum (10) hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi (11,12 dan 13) yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas (16) dan bintang penghenti putaran shift drum (6). Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.

Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada.

Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya (lihat no 4 dan 5). Lain halnya dengan gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masingmasing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.

b. Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis umumnya digunakan pada sepeda motor jenis scooter (skuter). Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis "V“ belt atau yang dikenal dengan CVT (Constantly Variable Transmission). CVT merupakan transmisi otomatis yang menggunakan sabuk untuk memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi.
Prinsip Dasar Transmisi Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Konstruksi transmisi otomatis tipe CVT
Seperti terlihat pada gambar di atas transmisi CVT terdiri dari; dua buah puli yang dihubungkan oleh sabuk (belt), sebuah kopling sentripugal (6) untuk menghubungkan ke penggerak roda belakang ketika throttle gas di buka (diputar), dan gigi transmisi satu kecepatan untuk mereduksi (mengurangi) putaran. Puli penggerak/drive pulley centripugal unit (1) diikatkan ke ujung poros engkol (crankshaft); bertindak sebagai pengatur kecepatan berdasarkan gaya sentripugal. Puli yang digerakkan/driven pulley (5) berputar pada bantalan poros utama (input shaft) transmisi.

Bagian tengah kopling sentripugal/centripugal clutch (6) diikatkan/dipasangkan ke puli (5) dan ikut berputar bersama puli tersebut. Drum kopling/clucth drum (7) berada pada alur poros utama (input shaft) dan akan memutarkan poros tersebut jika mendapat gaya dari kopling.

Kedua puli masing-masing terpisah menjadi dua bagian, dengan setengah bagiannya dibuat tetap dan setengah bagian lainnya bisa bergeser mendekat atau menjauhi sesuai arah poros. Pada saat mesin tidak berputar, celah puli penggerak (1) berada pada posisi maksimum dan celah puli yang digerakkan (5) berada pada posisi minimum.

Pada di bawah ini dapat dilihat bahwa pergerakkan puli (2) dikontrol oleh pergerakkan roller (nomor 7 dalam). Fungsi roller hampir sama dengan plat penekan pada kopling sentripugal. Ketika putaran mesin naik, roller akan terlempar ke arah luar dan mendorong bagian puli yang bisa bergeser mendekati puli yang diam, sehingga celah pulinya akan menyempit.
Prinsip Dasar Transmisi Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Posisi dan cara kerja puli
  1. Ujung poros engkol
  2. Puli penggerak
  3. Bagian puli penggerak yang bisa bergeser
  4. Sabuk (belt)
  5. Puli yang digerakan
  6. Poros roda belakang
  7. Roller
Ketika celah puli mendekat, maka akan mendorong sabuk ke arah luar. Hal ini akan membuat puli (2) tersebut berputar dengan diameter yang lebih besar. Setelah sabuk tidak dapat diregangkan kembali, maka sabuk akan meneruskan putaran dari puli (2) ke puli yang digerakkan (5).

Jika gaya dari puli (2) mendorong sabuk ke arah luar lebih besar dibandingkan dengan tekanan pegas yang menahan puli yang digerakkan (5), maka puli (5) akan tertekan melawan pegas, sehingga sabuk akan berputar dengan diameter yang lebih kecil.

Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi tinggi untuk transmisi manual (lihat ilustrasi bagian C). Jika kecepatan mesin menurun, roller puli penggerak (7) akan bergeser ke bawah lagi dan menyebabkan bagian puli penggerak yang bisa bergeser merenggang. Secara bersamaan tekanan pegas di pada puli (5) akan mendorong bagian puli yang bisa digeser dari puli tersebut, sehingga sabuk berputar dengan diameter yang lebih besar pada bagain belakang dan diameter yang lebih kecil pada bagain depan. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi rendah untuk transmisi manual (lihat ilustrasi bagian A).
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor

Tipe-tipe kopling

Selain dibedakan menurut cara kerjanya, tipe kopling juga bisa dibedakan sebagai berikut:

1) Berdasarkan Konstruksi Kopling:

a) Kopling tipe piringan

Kopling tipe piringan (disc) terdiri dari berbagai plat gesek (friction plate) sebagai plat penggerak untuk menggerakkan kopling. Plat gesek dan plat yang digerakkan (plain plate) pada tipe kopling manual digerakkan oleh per/pegas, baik jenis pegas keong (coil spring) seperti terlihat pada halaman Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga maupun pegas diapragma (diapraghm spring).
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Kopling piringan dengan penggerak tipe diaphragm spring
1. Strengthening ring (cincin penguat)
2. Diaphragm spring (pegas diapragma)
3. Pressure plate (plat penekan)
4. Plain plates (plat yang digerakkan)
5. Friction plates (plat gesek/penggerak)
6. Wire retaining ring (cincin kawat penahan)
7. Inner plain plate (plain plate bagian dalam)
8. Inner friction plate (friction plate bagian dalam)
9. Anti-judder spring (pegas)
10. Anti-judder spring seat (dudukan pegas)

Selain kopling piringan yang digerakkan secara manual diatas, kopling piringan juga bisa digerakkan secara otomatis berdasarkan gerakan sentripugal. Konstruksi kopling piringan dengan gerakan sentripugal seperti terlihat pada halaman Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga bagian B pada pembahasan sebelumnya.

b) Kopling sepatu sentrifugal

Kopling sepatu sentripugal (the shoe-type centrifugal clucth) terdiri dari susunan sepatu atau kanvas kopling yang akan bergerak ke arah luar karena gerakan sentripugal saat kopling berputar. Kopling tipe ini akan meneruskan putaran dari mesin ke transmisi setelah gerakan sepatunya ke arah luar berhubungan dengan rumah kopling (drum) sampai rumah kopling tersebut ikut berputar. Kontsruksi kopling sepatu dengan gerakan sentripugal seperti terlihat pada halaman Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga bagian A pada pembahasan sebelumnya.

c) Kopling " V “ Belt

Kopling "V“ belt merupakan kopling yang terdiri dari sabuk (belt) yang berbentuk "V“ dan puli (pulley). Kopling akan bekerja meneruskan putaran karena adanya gerakan tenaga sentripugal yang menjepit sabuk ”V“ tersebut.
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Kopling tipe "V“ belt
Baca Juga : Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

2) Berdasarkan Kondisi Kerja kopling

a) Wet clutch (kopling basah)

Kopling basah merupakan salah satu tipe yang ditinjau berdasarkan kondisi kerja kopling, yaitu merendam bagian dalam kopling yang terdapat dalam crank case (bak poros engkol) dengan minyak pelumas/oli. Pelumas berfungsi sebagai pendingin untuk mencegah kopling terbakar.

Fungsi lainnya adalah untuk melumasi bushing (bos) dan bearing (bantalan) yang terdapat pada rumah kopling dan melumasi kanvas dan gigi yang terdapat pada plat kopling. Bahan-bahan yang bergesekan pada kopling basah dirancang khusus agar dapat bekerja dalam rendaman oli dan bisa membuat kerja kopling sangat lembut. Oleh karena itu, kopling basah banyak digunakan pada sepeda motor.

b) Dry clutch (kopling kering)

Kopling kering digunakan untuk mengatasi kelemahan kopling basah. Gesekan yang dihasilkan pada kopling basah tidak sebanyak kopling kering, sehingga memerlukan jumlah plat kopling yang lebih banyak. Disebut kopling kering karena penempatan kopling berada di luar ruang oli dan selalu terbuka dengan udara luar untuk menyalurkan panas yang dihasilkan saat kopling bekerja.

Namun demikian, penggunaan kopling kering umumnya terbatas untuk sepeda motor balap saja. Alasan utamanya adalah pada sepeda motor balap dibutuhkan respon kopling yang baik dan cepat walau kerja kopling yang dihasilkan tidak selembut kopling basah. Selain itu, dengan kopling kering, tentunya akan mengurangi berat sepeda motor.

Baca Juga : Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

3) Berdasarkan tipe plat kopling (plate clutch )

a) Single or double plate type (plat kopling tunggal atau ganda)

Plat kopling tunggal atau ganda digunakan pada sepeda motor yang poros engkol-nya (crankshaft) sejajar dengan rangka (rumah transmisi/persnelling) dan kopling tersebut dibautkan pada ujung rangka tersebut. Kopling mempunyai rumah tersendiri yang berada diantara mesin dan transmisi.

Diameter kopling dibuat besar agar menghasilkan luas permuakaan gesek yang besar karena hanya terdiri dari satu atau dua buah plat kopling.
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Konstruksi plat kopling ganda
1a. Flywheel (roda gaya)
1. Clutch housing (rumah kopling)
2. Spring (pegas)
3. Pressure plate (plat penekan)
4. Pressure plate lifter (pengangkat plat penekan
5. Friction plates (plat gesek/penggerak)
6. Plain plates (plat yang digerakkan)
7. Gearbox input shaft (poros masuk transmisi)
8. Pushrod (batang pendorong)
9. Mekanisme pembebas kopling
10. Kabel kopling

b) Multi-plate type (tipe plat kopling banyak)

Kopling plat banyak adalah suatu kopling yang terdiri dari plat gesek (friction plate) dan plat yang digerakkan (plain plate) lebih dari satu pasang. Biasanya plat gesek berjumlah 7, 8 atau 9 buah. Sedangkan plain plate selalu kurang satu dari jumlah plat gesek karena penempatan plain plate selalu diapit diantara plat gesek. 

Pada umumnya sepeda motor yang mempunyai mesin dengan posisi poros engkol melintang menggunakan kopling tipe plat banyak. Alasannya adalah kopling dapat dibuat dengan diameter yang kecil. Kopling plat banyak juga sedikit lebih ringan dibanding kopling plat tunggal, namun masih bisa memberikan kekuatan dan luas permukaan gesek yang lebih besar. Kopling plat banyak yang digunakan pada sepeda motor modern pada umumnya kopling plat banyak tipe basah (wet multi-plate
type). Konstruksi kopling plat banyak seperti terlihat pada halaman Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga pada pembahasan sebelumnya. Sedangkan contoh uraian komponen kopling plat banyak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Komponen tipe plat kopling banyak
1. Diaphragm spring retainer (penahan pegas diapragma)
2. Diaphragm spring
3. Diaphragm spring seat (dudukanpegas diapragma)
4. Pressure plat (plat penekan)
5. Pullrod and bearing (batang pendorong dan bantalan)
6. Friction plates (plat gesek)
7. Plain plates (plat yang digerakkan
8. Nut and lockwasher (mur & cincin pengunci kopling)
9. Wire retaining ring (cincin kawat penahan)
10. Inner plain plate (plain plate bagian dalam)
11. Inner friction plate (plat gesek bagian dalam)
12. Anti-judder spring (pegas)
13. Anti-judder spring seat (dudukan pegas)
14. Clucth centre (kopling tengah)
15. Thrust washer (cincin pendorong)
16. Clucth housing (rumah kopling)
17. Needle bearing (bantalan)
18. Starter clutch gear (gigi kopling starter)
19. Needle bearing (bantalan)
20. Starter clutch sprag (ganjal kopling starter)
21. Gearbox input shaft (poros masuk transmisi)

4) Berdasarkan posisi kopling

a) Hubungan langsung

Maksud dari hubungan langsung adalah pemasangan kopling langsung pada ujung poros engkol (crankshaft) sehingga putaran kopling akan sama dengan putaran mesin. Sepeda motor yang posisi kopling-nya menggunakan tipe hubungan langsung harus dirancang sedemikian rupa agar daya tahan dan kerja kopling bisa tetap presisi dan baik.
Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Posisi kopling tipe hubungan langsung

b) Tipe reduksi

Maksud dari tipe reduksi adalah pemasangan kopling berada pada ujung poros utama atau poros masuk transmisi (input shaft). Jumlah gigi kopling yang dipasang pada ujung poros utama transmisi lebih banyak dibanding jumlah gigi penggerak pada ujung poros engkol. Dengan demikian putaran kopling akan lebih lambat dibanding putaran mesin. Hal ini bisa membuat kopling lebih tahan lama. Konstruksi posisi kopling tipe reduksi seperti terlihat pada halaman Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor.
Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Kopling berfungsi meneruskan dan memutuskan putaran dari poros engkol ke transmisi (perseneling) ketika mulai atau pada saat mesin akan berhenti atau memindahkan gigi. Umumnya kopling yang digunakan pada sepeda motor adalah adalah kopling tipe basah dengan plat ganda, artinya kopling dan komponen kopling lainnya terendam dalam minyak pelumas dan terdiri atas beberapa plat kopling.

Tipe kopling yang digunakan pada sepeda motor menurut cara kerjanya ada dua jenis yaitu kopling mekanis dan kopling otomatis. Cara melayani kedua jenis kopling ini sewaktu membebaskan (memutuskan) putaran poros engkol sangat berbeda.
Baca Juga : Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Kopling Otomatis (Automatic Clutch)

Kopling otomatis adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh tinggi atau rendahnya putaran mesin itu sendiri, dimana pembebasan dilakukan secara otomatis, pada saat putaran rendah. Kedudukan kopling berada pada poros engkol/kruk as dan ada juga yang berkedudukan pada as primer persnelling/poros utama transmisi (main/input shaft transmisi) seperti halnya kopling mekanis.

Mekanisme atau peralatan kopling otomatis tidak berbeda dengan peralatan yang terdapat pada kopling mekanis, hanya tidak ada perlengkapan handel sebagai gantinya terdapat alat khusus yang bekerja secar otomatis pula seperti: a) otomatis kopling; terdapat pada kopling tengah (untuk kopling yang berkedudukan pada crankshaft), b) Bola baja keseimbangan gaya berat (roller weight); berguna untuk menekan palat dasar waktu digas, c) per kopling yang lemah; berguna untuk menetralkan (menolkan) kopling waktu mesin hidup langsam/idle, dan 4) pegas pengembali (return spring); berguna untuk mengembalikan cepat dari posisi masuk kenetral bila mesin hidup dari putaran tinggi menjadi rendah.

Kopling otomatis terdiri atas dua unit kopling yaitu kopling pertama dan kopling kedua. Kopling pertama ditempatkan pada poros engkol. Komponennya terdiri atas pasangan sepatu (kanvas) kopling, pemberat sentrifugal, pegas pengembali dan rumah kopling.
Baca Juga : Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor

Cara kerja kopling otomatis (automatic clutch) adalah sebagai berikut:

Pada putaran stasioner/langsam (putaran rendah), putaran poros engkol tidak diteruskan ke gigi pertama penggerak (primary drive gear) maupun ke gigi pertama yang digerakkan (primary driven gear). Ini tejadi karena rumah kopling bebas (tidak berputar) terhadap kanvas, pemberat, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros engkol.

Pada saat putaran mesin rendah (stasioner), gaya sentrifugal dan kanvas kopling, pemberat menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik ke arah poros engkol, akibatnya rumah kopling yang berkaitan dengan gigi pertama penggerak menjadi bebas terhadap poros engkol.
Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Konstruksi kopling otomatis tipe centripugal,(A) centripugal tipe kanvas/sepatu, (B) centripugal tipe plat
Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kanvas kopling mencapai rumah kopling di mana gayanya lebih besar dari gaya tarik pengembali. Rumah kopling ikut berputar dan meneruskan ke tenaga gigi pertama  yang digerakkan.

Sedangkan kopling kedua ditempatkan bersama primary driven gear pada poros center (countershaft) dan berhubungan langsung dengan mekanisme pemindah gigi transmisi/persnelling. Pada saat gigi persnelling dipindahkan oleh pedal pemindah gigi, kopling kedua dibebaskan oleh pergerakan poros pemindah gigi (gear shifting shaft).
Baca Juga : Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Kopling berfungsi meneruskan dan memutuskan putaran dari poros engkol ke transmisi (perseneling) ketika mulai atau pada saat mesin akan berhenti atau memindahkan gigi. Umumnya kopling yang digunakan pada sepeda motor adalah adalah kopling tipe basah dengan plat ganda, artinya kopling dan komponen kopling lainnya terendam dalam minyak pelumas dan terdiri atas beberapa plat kopling.

Tipe kopling yang digunakan pada sepeda motor menurut cara kerjanya ada dua jenis yaitu kopling mekanis dan kopling otomatis. Cara melayani kedua jenis kopling ini sewaktu membebaskan (memutuskan) putaran poros engkol sangat berbeda.

Baca Juga : Cara Kerja Kopling Otomatis Sepeda Motor (Automatic Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Kopling Mekanis (Manual Clutch)

Kopling mekanis adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh handel kopling, dimana pembebasan dilakukan dengan cara menarik handel kopling pada batang kemudi. Kedudukan kopling ada yang terdapat pada crankshaft (poros engkol/kruk as) (misalnya: Honda S90Z, Vespa, Bajaj dan lain-lain) dan ada yang berkedudukan pada as primer (input/main shaft) (misalnya: Honda CB 100 dan CB 125, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki).

Sistem kopling mekanis terdiri atas bagian-bagian berikut yaitu a) mekanisme handel terdiri atas: handel, tali kopling (kabel kopling), tuas (batang) dan pen pendorong. b) mekanisme kopling terdiri atas : gigi primer kopling (driven gear), rumah (clutch housing), plat gesek (friction plate) plat kopling (plain plate), per (coil spring), pengikat (baut), kopling tengah (centre clutch), plat
tutup atau plat penekan (pressure plate), klep penjamin dan batang penekan/pembebas (release rod).

Rumah kopling (clutch housing) ditempatkan pada poros utama (main shaft) yaitu poros yang menggerakkan semua roda gigi transmisi. Tetapi rumah kopling ini bebas terhadap poros utama, artinya bila rumah kopling berputar poros utama tidak ikut berputar. Pada bagian luar rumah kopling terdapat roda gigi (diven gear) yang berhubungan dengan roda gigi pada poros engkol sehingga bila poros engkol berputar maka rumah kopling juga ikut berputar.

Agar putaran rumah kopling dapat sampai pada poros utama maka pada poros utama dipasang hub kopling (clutch sleeve hub). Untuk menyatukan rumah kopling deng hub kopling digunakan dua tipe pelat, yaitu pelat tekan (clutch driven plate/plain plate) dan pelat gesek (clutch drive plate/friction plate).

Pelat gesek dapat bebas bergerak terhadap hub kopling, tetapi tidak bebas terhadap rumah kopling. Sedangkan pelat tekan dapat bebas bergerak terhadap rumah kopling, tetapi tidak bebas pada hub kopling.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Konstruksi kopling plat banyak dengan penggerak tipe coil spring (pegas keong)

Cara kerja kopling mekanis (manual clutch) adalah sebagai berikut: 

Bila handel kopling pada batang kemudi bebas (tidak ditarik) maka pelat tekan dan pelat gesek dijepit oleh piring penekan (clutch pressure plate) dengan bantuan pegas kopling sehingga tenaga putar dari poros engkol sampai pada roda belakang.

Sedangkan bila handel kopling pada batang kemudi ditarik maka kawat kopling akan menarik alat pembebas kopling. Alat pembebas kopling ini akan menekan batang tekan (pushrod) atau release rod yang ditempatkan di dalam poros utama. Pushrod akan mendorong piring penekan ke arah berlawanan dengan arah gaya pegas kopling. Akibatnya pelat gesek dan pelat tekan akan saling merenggang dan putaran rumah kopling tidak diteruskan pada poros utama, atau hanya memutarkan rumah kopling dan pelat geseknya saja.

Ilustrasi aliran tenaga (putaran) dari mesin ke transmisi adalah seperti terlihat pada gambar berikut ini. Gambar dibawah mengilustrasikan saat handel kopling ditekan sehingga kopling saat ini tidak meneruskan putaran dari mesin ke transmisi. 
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi saat handel kopling ditekan
Pada gambar dibawah mengilustrasikan saat handel kopling mulai dilepas sehingga saat ini plat–plat pada kopling mulai berhubungan antara satu dengan yang lainnya sehingga putaran dari mesin (chranshaft) mulai diteruskan ke transmisi.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Putaran mesin mulai diteruskan ke Transmisi saat handel kopling mulai dilepas
Sedangkan pada dibawah mengilustrasikan saat handel kopling dilepas penuh sehingga putaran dari mesin diteruskan dengan sempurna ke transmisi karena antara plat kopling dan plat gesek pada kopling sudah saling berhubungan.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Putaran mesin diteruskan dengan sempurna ke transmisi saat handel kopling dilepas
Pada tipe kopling mekanik terdapat dua cara untuk membebaskan kopling (putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi), yaitu secara manual dan hidrolik. Metode pembebasan kopling secara manual adalah dengan menggunakan kabel kopling yang ditarik oleh handel kopling.
Baca Juga : Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor

Terdapat tiga tipe untuk pembebasan kopling secara manual, yaitu:

1) Tipe dengan mendorong dari arah luar (outer push type)

Pada tipe ini, jika handel kopling ditarik, plat penekan (pressure plate) akan ditekan ke dalam dari arah sebelah luar.  Dengan tertekannya plat penekan tersebut, plat kopling akan merenggang dari plat penekan, sehingga kopling akan bebas dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Pembebas kopling dengan outer push type

2) Tipe dengan mendorong ke arah dalam (inner push type)

Pada tipe ini, jika handel kopling ditarik, plat penekan (pressure plate) akan ditekan ke luar dari arah sebelah dalam. Dengan tertekannya plat penekan tersebut, plat kopling akan merenggang dari plat penekan, sehingga kopling akan bebas dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Pembebas kopling dengan inner push type

3) Tipe rack and pinion

Pada tipe ini, dimungkinkan kopling dapat dihubungkan dan dilepas secara langsung. Konstruksinya sederhana namun mempunyai daya tahan yang tinggi sehingga cocok untuk sepeda motor bermesin putaran tinggi.
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Pembebas kopling dengan rack and pinion type
Sedangkan metode pembebasan kopling tipe mekanik dengan menggunakan sistem hidrolik adalah dengan mengganti fungsi kabel kopling oleh cairan hidrolik. Cara kerjanya hampir sama dengan sistem rem yang menggunakan cairan/fluida hidrolik. Jika handel kopling/tangkai kopling ditarik, batang pendorong (pushrod) pada master cylinder mendorong cairan hidrolik yang berada pada slang. Kemudian cairan hidrolik tersebut menekan piston yang terdapat pada silinder pembebas (release cylinder).
Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga
Pembebas kopling dengan sistem hidrolik
Akibatnya piston bergerak keluar dan mendorong pushrod yang terdapat pada bagian dalam poros utama transmisi. Pergerakan pushrod pada poros utama transmisi tersebut akan menyebabkan plat penekan pada kopling tertekan sehingga kopling akan terbebas dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.

Metode pembebasan kopling tipe mekanik dengan menggunakan sistem hidrolik mempunyai keuntungan, antara lain; lembut dan ringan dalam membebaskan dan menghubungkan pergerakan kopling, bebas penyetelan dan perawatan terkecuali pemeriksaan berkala/rutin pada sistem hidrolik seperti ketinggian cairan hidrolik, dan penggantian cairan dan perapat (seal) hidrolik. Dengan pergerakan yang ringan tersebut, maka tipe ini bisa menggunakan pegas kopling (clutch spring) yang lebih kuat dibanding kopling tipe mekanik yang menggunakan kabel kopling. Pegas kopling yang lebih kuat akan menyebabkan daya tekan/cengkram plat penekan menjadi lebih kuat juga saat kopling tersebut terhubung, sehingga proses penyambungan putaran mesin ke transmisi akan lebih baik.

Baca Juga : Tipe-tipe Kopling Pada Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor

Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor

Sepeda motor dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai kondisi jalan. Namun demikian, mesin yang berfungsi sebagai penggerak utama pada sepeda motor tidak bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi kebutuhan atau tuntutan kondisi jalan tersebut.

Misalnya, pada saat jalanan mendaki, sepeda motor membutuhkan momen puntir (torsi) yang besar namun kecepatan atau laju sepeda motor yang dibutuhkan rendah. Pada saat ini walaupun putaran mesin tinggi karena katup trotel atau katup gas dibuka penuh namun putaran mesin tersebut harus dirubah menjadi kecepatan atau laju sepeda motor yang rendah. Sedangkan pada saat sepeda motor berjalan pada jalan yang rata, kecepatan diperlukan tapi tidak diperlukan torsi yang besar.

Baca Juga : Cara Kerja Kopling Mekanis Sepeda Motor (Manual Clutch) Pada Sistem Pemindahan Tenaga

Berdasarkan penjelasan di atas, sepeda motor harus dilengkapi dengan suatu sistem yang mampu menjembatani antara output mesin (daya dan torsi mesin) dengan tuntutan kondisi jalan. Sistem ini dinamakan dengan sistem pemindahan tenaga.

Prinsip kerja mesin dan pemindahan tenaga pada sepeda motor adalah sebagai berikut:
Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor
Rangkaian pemindahan tenaga dari mesin sampai roda
Ketika poros engkol (crankshaft) diputar oleh pedal kick starter atau dengan motor starter, piston bergerak naik turun (TMA dan TMB). Pada saat piston bergerak ke bawah, terjadi kevakuman di dalam silinder atau crankcase. Kevakuman tersebut selanjutnya menarik (menghisap) campuran bahan bakar dan udara melalui karburator (bagi sistem bahan bakar konvensional). Sedangkan bagi sistem bahan bakar tipe injeksi (tanpa karburator), proses pencampuran terjadi dalam saluran masuk  sebelum katup masuk setelah terjadi penyemprotan bahan bakar oleh injektor.

Ketika piston bergerak ke atas (TMA) campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder dikompresi. Kemudian campuran dinyalakan oleh busi dan terbakar dengan cepat (peledakan). Gas hasil pembakaran tersebut melakukan expansi (pengembangan) dan mendorong piston ke bawah (TMB). Tenaga ini diteruskan melalui connecting rod (batang piston), lalu memutar crankshaft. menekan piston naik untuk mendorong gas hasil pembakaran. Selanjutnya piston melakukan langkah yang sama. Gerak piston naik turun yang berulang-ulang diubah menjadi gerak putar yang halus. Tenaga putar dari crankshaft ini akan dipindahkan ke roda belakang melalui roda gigi reduksi, kopling, gear box (transmisi), sprocket penggerak, rantai dan roda sprocket. Gigi reduksi berfungsi untuk mengurangi putaran mesin agar terjadi penambahan tenaga.

Baca Juga : Prinsip Pemindahan Tenaga Pada Sepeda Motor
Jenis-Jenis Kopling Pada Sepeda Motor Beserta Komponennya

Jenis-Jenis Kopling Pada Sepeda Motor Beserta Komponennya

Kopling serta Komponennya

Penggunaan kopling pada sepeda motor disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Oleh karena itu, jenis kopling yang digunakan pada sepeda motor mengacu pada tipe sepeda motornya yang saat ini terdiri dari tiga tipe, yaitu tipe sport, bebek/cub, dan matic. Selanjutnya, apabila dilihat dari prinsip kerjanya, kopling dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu kopling manual, kopling sentrifugal, dan kopling ganda.

1. Kopling Manual/Mekanis

Kopling manual atau mekanis yang dikenal juga dengan istilah kopling sekunder adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh handel kopling. Kopling manual banyak digunakan pada sepeda motor tipe sport, di antaranya Honda Tiger, Honda Mega Pro, Yamaha V-Ixion, Yamaha Scorpio, dan Suzuki Thunder. 

Komponen kopling manual terdiri atas beberapa bagian utama, dan berikut ini dijelaskan bagian-bagian dari komponen kopling manual tersebut, yaitu: 1) pelat pengungkit, 2) pegas kopling, 3) clutch center, 4) kanvas kopling, 5) pelat kopling, 6) pelat penekan, dan 7) clutch outer.
Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Kopling Honda Mega Pro 160
Sistem Pemindahan Tenaga Sepeda Motor
Kopling Yamaha V-Ixion

2. Kopling Sentrifugal

Kopling sentrifugal atau otomatis yang dikenal juga dengan istilah kopling primer adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh kecepatan putaran mesin dan gaya sentrifugal.
Kopling sentrifugal ini digunakan hampir pada sepeda motor tipe matic, di antaranya Honda Vario, Honda Beat, Honda Spacy, Yamaha Mio, Yamaha Fino, dan Suzuki Sky Wave.
Kopling sentrifugal juga digunakan pada sepeda motor tipe bebek/cub yang cara kerjanya bergabung dengan kopling manual.
Secara umum mengenai komponen kopling sentrifugal ini dijelaskan pada gambar berikut ini, yaitu outer clutch, mur kopling, drive plate, spring, kanvas kopling, dan movable driven face.
Kopling sentrifugal
Kopling Sentrifugal Honda Spacy

3. Kopling Ganda (Mekanis dan Sentrifugal)

Kopling ganda merupakan gabungan dari kopling mekanis dan sentrifugal atau kopling primer dan sekunder yang cara kerjanya dimulai dari kopling sentrifugal, kemudian diteruskan ke kopling mekanis. Dengan demikian, yang mengatur putus sambungnya putaran dari poros engkol ke kopling mekanis pada saat putaran rendah adalah kopling sentrifugal.Sementara itu, pada saat putaran menengah sampai dengan tinggi, pengaturannya dilakukan oleh kopling mekanis.

Kopling ganda digunakan hampir pada semua sepeda motor tipe bebek atau cub, yang diantaranya Honda Supra X 125, Honda Karisma, Honda Blade, Honda Revo, Yamaha Vega, Jupiter Z, Suzuki Shogun, dan Suzuki Smash. 

Secara umum mengenai komponen kopling ganda ini sudah dijelaskan pada dua jenis kopling di atas.Yang membedakan adalah istilah nama komponennya saja, seperti istilah kanvas kopling dan clutch weight.
Kopling Ganda
Kopling Ganda Honda Supra X 125

Kopling Ganda
Kopling Ganda Yamaha Vega R

Fungsi Kopling Pada Sepeda Motor

Fungsi Kopling Pada Sepeda Motor

Perkembangan teknologi mengenai sistem pemindah tenaga pada sepeda motor saat ini cukup pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya teknologi baru pada sepeda motor matic (skuter).Pada sepeda motor otomatis (matic), perpindahan tenaga dan putaran mesin dilakukan secara otomatis dari poros engkol ke kopling melalui v-belt (sabuk-v) atau dikenal dengan istilah CVT (Continuously Variable Transmission). Pada pemindah tenaga jenis ini 􀆟dak ada transmisi roda gigi seperti halnya pada sepeda motor bebek atau sport. Pengaturan kecepatan sepeda motor diatur oleh posisi drive pulley dan driven pulley yang dihubungkan dengan v-belt yang ada pada sistem transmisi CVT.

Pada bagian ini akan dibahas mengenai jenis-jenis pemindah tenaga, khususnya komponen kopling, cara kerjanya, dan tahapan merawat kopling. Pembahasan tersebut mengacu kepada tuntutan kompetensi yang harus dikuasai oleh lulusan Mekanik Sepeda Motor Level-II.

Fungsi Kopling

Kopling merupakan bagian utama dari sistem pemindah tenaga pada sepeda motor. Kopling pada sepeda motor berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan putaran mesin dari poros engkol ke transmisi untuk selanjutnya diteruskan ke roda belakang melalui rantai roda.
Fungsi Kopling Pada Sepeda Motor
Kopling sepeda motor (Tipe sport dan bebek)
New Mega Pro 150 dan Karisma
Proses memutuskan dan menghubungkan putaran mesin pada sepeda motor saat ini dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang umum digunakan saat ini adalah menggunakan handel kopling manual (pada tipe sport) dan mengatur kecepatan mesin supaya ada pada putaran rendah (tipe bebek). Sementara itu, teknologi terbaru saat ini adalah pada sepeda motor tipe matic.
Fungsi Kopling Pada Motor Sport
Handel kopling (Tipe sport)
Handel Honda Tiger
Dalam hal ini untuk mengatur kecepatan kendaraan tidak perlu menggunakan handel kopling maupun menurunkan kecepatan, tetapi langsung secara otomatis mengikuti putaran mesin.